Nasy-atul Muta'allimin

Welcome

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar (Umar ibn Khatthab).

TRIK JITU MENULIS RESENSI



Kata resensi berasal dari bahasa Belanda recensie. Orang Belanda mengambil kata tersebut dari Bahasa Latin recensere, yang bermakna memberi penilaian. Dalam Bahasa Inggris digunakan review untuk mengupas isi buku, pertunjukan musik, seni tari, seni lukis, film, drama dan sebagainya.
Dari asal kata di atas, resensi buku dapat dipahami sebagai langkah memberikan penilaian, mengungkapkan kembali isi buku, memberikan ulasan, membahas, mengkritik ataupun meringkas. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku ialah untuk menginformasikan apa saja yang termuat dalam buku itu secara sekilas kepada orang lain.
Di dalam prakteknya, khususnya di media massa, resensi buku lebih banyak dimanfaatkan sebagai suatu cara memperkenalkan atau mempromosikan buku-buku baru dari penerbit kepada masyarakat umum melalui media cetak.
Istilah resensi buku di beberapa koran atau majalah, sering diganti dengan penyebutan lain, yang intinya tetap sama, seperti: apresiasi buku, info buku, bedah buku, tinjauan buku, timbangan buku, rehal, maktabah, sorotan buku, ulasan buku, berita buku dan sebagainya.

Tujuan Resensi
Tujuan dari kehadiran rubrik resensi pada media massa lebih lanjut ialah:
 Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam buku.
 Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau masalah yang muncul dalam sebuah buku.
 Memberikan pertimbangan kepada pembaca, apakah sebuah buku pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.
 Menjawab pertanyaan yang muncul jika seseorang melihat buku baru terbit, seperti: Siapa pengarangnya? Mengapa ia menulis buku itu? Apa pernyataannya? Bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis yang ditulis penulis lain? dan sebagainya.
 Agar pembaca memperoleh bimbingan dalam menilai buku-buku.
 Agar setelah membaca resensi, pembaca berniat membaca atau mencocokkan seperti apa yang telah ditulis dalam resensi.
 Bagi yang tidak ada waktu untuk membaca buku, ia dapat mengandalkan resensi sebagai sumber informasi.

Tipologi Resensi
Ada beberapa tipe resensi buku, yang semuanya bertujuan menginformasikan isi buku tersebut. Masing-masing resensi tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Tipologi resensi tersebut ialah:
a. Meringkas. Setiap buku tentu memaparkan berbagai macam persoalan. Dan dari sekian persoalan yang ada dalam sebuah uraian yang ada dalam sebuah buku, dapat diringkas menjadi uraian yang padat dan jelas.
b. Menjabarkan. Adakalanya sebuah buku sangat sulit dipahami oleh kaum awam, seperti pada buku-buku jenis terjemahan atau disiplin ilmu tertentu. Maka tugas peresensi di sini adalah menjabarkan muatan isi buku tersebut sebisa mungkin. Hal tersebut memang tidak mudah. Untuk itu tidak bisa gegabah dengan menganggap mampu pada buku yang berada di luar bidang keilmuannya. Bilapun akan dicoba juga, maka ia hendaknya meminta bantuan komentar kepada yang dipandang ahli di bidangnya.
c. Menganalisis. Resensi jenis ini, lebih berupa memberikan analisa atau ulasan terhadap segala aspek yang ada dalam buku tersebut. Mulai dari metode penulisannya, cara pemaparannya, maupun materi atau isinya. Dengan demikian, seorang penulis resensi buku jenis ini membutuhkan seperangkat wawasan keilmuan yang cukup luas dan dalam serta memadai berkaitan dengan buku yang diresensinya. Tanpa itu, sulit suatu resensi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
d. Membandingkan. Dapat juga meresensi dilakukan dengan cara membandingkan dengan buku-buku sejenis yang pernah ada. Buku yang terbit belakangan dapat diperbandingkan, baik dalam hal materi, penampilan data, cara pemaparan, teknik penulisan dan sebagainya. Di samping ia juga menyebutkan kekurangan dan kelebihan buku tersebut dibandingkan buku-buku yang lainnya. Dengan demikian akan terlihat jelas kualitas masing-masing buku tersebut.
e. Memberikan penekanan. Buku-buku bunga rampai atau kumpulan tulisan, dapat diresensi dengan cara ini. Karena begitu banyak masalah dan kadang sejumlah masalah tersebut, ditulis oleh banyak orang, sehingga membuat penulis resensi sulit menentukan maslah mana yang perlu ditonjolkan. Untuk itu perensensi dapat mengambil benang merah di antara tulisan-tulisan tersebut, kemudian dipadukan dengan pendapat tokoh-tokoh yang sudah punya nama di antara penulis yang ada.
Secara umum dari beberapa tipe diatas, dapat dibagi hanya menjadi 3 tipe yaitu; deskripsi-argumentatif, deskripsi-evaluatif, dan deskripsi-komparatif.

Teknik Menangkap Inti Buku
Prinsip meresensi buku adalah mencari tema pokok dari buku itu. Teknisnya, dengan cara memberi uraian dalam bentuk ringkasan, ulasan, atau kajian dari setiap persoalan yang berkaitan erat dengan tema buku itu.
Keragaman dan jenis buku sering menjadi sebab seorang penulis resensi gagal, karena tidak berhasil menemukan temanya. Agar tidak demikian, maka sebelum meresensi yang perlu dilakukan adalah memahami buku tersebut dengan cara membacanya, dengan pembacaan sesuai dengan kebutuhan.
Hal-hal mendasar perlu dibaca ialah;
 Kata pengantar dan pendahuluan
 Daftar isi
 Ringkasan buku yang biasa terdapat pada bagian belakang
 Catat hal-hal yang dianggap penting
 Dirumuskan dalam suatu alur penulisan yang baik
 Teknik penyajian resensi buku.

Teknik Menyusun kerangka Resensi
Dalam penyajian karya resensi, penulis perlu memahami unsur-unsur pembangun resensi buku. Unsur-unsur tersebut merupakan penentu bagi sajian sebuah resensi, namun kerangka ini tidaklah harus menjadi sesuatu yang harus, tetapi hanya sebagai kerangka umum. Terkadang peresensi mempunyai teknis ataupun kerangka sendiri dalam penyusunan dan penulisan resensi.
a. Judul resensi. Judul resensi sebaiknya dibuat secara menarik serta benar-benar menjiwai seluruh isi tulisan atau inti tulisan. Ia tidak harus ditetapkan terlebih dulu, sebab ia dapat dibuat atau diperbaharui setelah seluruh tulisan resensi selesai dibuat.
b. Menyusun data/identitas buku. Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
 Judul buku (jika terjemahan, tulis judul aslinya)
 Penulis (jika terjemahan, baik juga ditulis penterjemahnya, editor atau penyuntingnya)
 Penerbit
 Tahun terbit, beserta cetakannya
 Tebal buku (berapa halaman)
 Harga buku (jika diperlukan)
c. Membuat lead (pembuka). Pembuka dapat dimulai dengan:
 Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperolehnya
 Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik yang ditulis oleh penulis buku tersebut maupun oleh penulis lain
 Memperkenalkan kekhasan penulisnya
 Memaparkan keunikan buku
 Merumuskan tema buku
 Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku
 Mengungkapkan kesan terhadap buku
 Memperkenalkan penerbit
 Mengajukan pertanyaan
 Membuka dialog
d. Isi atau tubuh resensi. Isi atau tubuh resensi biasanya dapat dibangun oleh:
 Sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis
 Ulangan singkat buku dengan kutipan secukupnya
 Keunggulan buku
 Kelemahan buku
 Rumusan kerangka buku
 Tinjauan bahasa
 Tinjauan penulisan
e. Penutup resensi buku. Bagian penutup resensi, biasanya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa. Untuk siapa yang dimaksud menjelaskan kalangan pembaca mana, serta alasan pengkategorian tersebut. Dan terkadang peresensi menyelipkan Snaper (Kata, bahasa, ungkapan, pernyataan mengejutkan).
Selamat mencoba...!



0 Opni Bebas:

Posting Komentar